The Glitch Resistance: Panggilan Terbuka

Hari-hari ini, notifikasi kita seperti tiada henti mengabarkan kemunduran demokrasi. Sensor, intimidasi, pengambilalihan akun, doksing, ujaran kebencian, kriminalisasi, hingga kekerasan menjadi kabar berkala yang kita jumpai di lini masa. Represi yang kita saksikan di ruang digital ini juga tak terpisah dari ruang fisik; ruang digital justru menjadi perpanjangan dari upaya represi yang kita hadapi dalam kondisi sosial-politik kita hari ini.

Iklim represi ini juga diperparah oleh kolaborasi sistemik antara lembaga negara dan industri swasta, hingga memperbesar risiko yang dihadapi oleh warga melalui pengawasan, kontrol, dan pemberangusan hak asasinya. Upaya-upaya pembungkaman semacam ini tentu menambah lapisan kerentanan terhadap kelompok yang dimarjinalkan, terutama mereka yang kritis dan aktif membela hak asasi.

Dalam situasi seperti ini, sistem proteksi yang kuat menjadi kebutuhan yang mendesak. Bukan hanya untuk menjamin keamanan individu, tapi untuk bisa memperkuat peran mereka dalam perjuangan yang lebih luas bersama komunitas dan kelompok masyarakat sipil. Tak sekadar tentang keahlian penggunaan peralatan teknis, melainkan juga tentang membangun pengetahuan, keterampilan, dan komitmen yang berkelanjutan.

Kecakapan keamanan holistik menjadi bekal penting dalam menjaga diri, komunitas, dan gerakan masyarakat sipil yang perlu kita rawat bersama.

Oleh karenanya, kami memanggil tiap individu yang yang memiliki ketertarikan serta komitmen akan demokrasi, hak-hak digital, serta interseksionalitas untuk terlibat dalam:

The Glitch Resistance:
Pelatihan Intensif Keamanan Holistik

21 Juni — 4 Juli 2026

The Glitch Resistance merupakan undangan terbuka dari PurpleCode Collective dan Codayati untuk membangun kecakapan keamanan holistik melalui pelatihan intensif selama 2 pekan dengan mengedepankan nilai-nilai feminis interseksional dan Prinsip-Prinsip Internet yang Feminis.

Pelatihan intensif ini terbuka untuk semua level kemampuan teknis (pemula maupun lanjut) dan akan mencakup:

  • Pelatihan intensif keamanan holistik dasar
  • Pendampingan peserta paska pelatihan dasar
  • Training of Trainer
  • Pelatihan audit keamanan
  • Pelatihan analisa malware (digital forensic)

Pelatihan ini ditujukan untuk kamu yang:

  • Memiliki komitmen untuk berkontribusi untuk memperkuat keamanan gerakan masyarakat sipil dan kerja-kerja komunitas yang dipinggirkan;
  • Menganut nilai feminis dan mendukung keragaman gender & seksualitas;
  • Terlibat dalam komunitas;
  • Memiliki ketertarikan terhadap isu teknologi dan hak-hak digital;
  • Memiliki trajectory untuk menjadi praktisioner keamanan digital untuk membantu kelompok masyarakat sipil; dan
  • Berkomitmen mengikuti kegiatan secara penuh selama 2 minggu dan juga mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.
  • Pendaftaran dibuka: 15 April 2026
  • Pendaftaran berakhir: 10 Mei 2026
  • Proses seleksi: 10-20 Mei 2026
  • Pengumuman peserta terpilih: 25 Mei 2026
  • Batas konfirmasi peserta: 30 Mei 2026
  • Pelatihan: 21 Juni – 4 Juli 2026

Kami mengundang tiap individu dengan berbagai latar belakang (termasuk level kemampuan teknis), terutama mereka yang terlibat aktif dalam komunitas/aktivisme, terkhusus individu yang termasuk dalam kelompok yang dimarjinalkan karena identitas gender dan orientasi seksual, ras, agama dan kepercayaan, kelas sosial, dan geografi.

Seluruh biaya perjalanan, akomodasi, makan dan per diem peserta yang terpilih ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara. Kamu hanya perlu membawa laptop dan ponselmu sendiri.

Pendaftaran berakhir pada 10 Mei 2026 23.59 WIB.

Terkait Pendaftaran

Apakah saya harus memiliki latar kemampuan teknologi untuk bisa mengikuti pelatihan ini?

Pelatihan ini tidak mensyaratkan kemahiran dalam mengoperasikan perangkat teknologi, namun sejumlah pengetahuan dasar akan membantu. Meski demikian, pelatihan ini dirancang dengan merujuk pada Prinsip Internet yang Feminis, termasuk dalam menyadari ketimpangan struktural terhadap akses berteknologi. Oleh karena itu, kami mengajak individu, termasuk yang termasuk dalam kelompok yang dimarjinalkan, untuk bisa berpartisipasi. Dalam formulir pendaftaran, kamu bisa membagikan lebih rinci tentang latar belakangmu.

Jika saya tidak memiliki gawai (ponsel dan/atau laptop), apakah masih bisa mendaftar?

Sayangnya, kami belum dapat menyediakan perangkat ponsel dan/atau laptop untuk setiap peserta, namun kebutuhan lain seperti akomodasi, perjalanan, makan, dan per diem akan sepenuhnya ditanggung oleh penyelenggara. Ponsel dan laptop pribadi yang disyaratkan bagi masing-masing peserta dimaksudkan untuk penunjang pembelajaran untuk memperoleh pengalaman praktis dan langsung dengan melakukan praktik dari materi-materi yang diajarkan.

Apakah saya harus mewakili komunitas/organisasi untuk mendaftar?

Pendaftaran pelatihan dilakukan secara individu, namun karena pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali peserta untuk dapat menjadi pelatih keamanan digital bagi kelompok masyarakat sipil, maka kami mensyaratkan pendaftar memiliki latar belakang keterlibatan dalam komunitas/aktivisme/organisasi masyarakat sipil untuk dapat mengontekstualisasi dan mengimplementasikan keahlian yang didapat ke komunitasnya.

Saya sudah mencantumkan kontak referensi di formulir. Apakah penyelenggara akan langsung menghubungi referensi yang saya cantumkan sebagai bagian dari proses seleksi?

Tidak, penyelenggara akan melakukan tahap pertama proses seleksi terlebih dahulu. Jika peserta lolos ke dalam tahap berikutnya, penyelenggara akan menghubungi referensi yang dicantumkan oleh peserta.

Partisipasi dan Komitmen

Apakah saya boleh mengikuti pelatihan sambil menjalankan komitmen lain seperti jam kerja dan/atau studi?

The Glitch Resistance merupakan pelatihan intensif yang dirancang untuk dapat membekali peserta secara padat dan menyeluruh sepanjang 2 pekan. Oleh karenanya, kami mensyaratkan partisipasi penuh peserta yang terpilih, termasuk dengan mengikuti seluruh sesi yang ada. Namun, peserta tentu boleh untuk melakukan aktivitas lain di luar jam pelatihan tanpa meninggalkan lokasi bootcamp.

Bagaimana jika saya harus menjalani pelatihan sambil mengasuh anak?

Peserta bisa menjalani pelatihan sambil mengasuh anak. Namun, karena keterbatasan penyelenggara, untuk akomodasi, perjalanan, dan makan untuk anak ditanggung sendiri oleh peserta. Penyelenggara akan lebih fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan peserta yang harus menjalani pelatihan sambil mengasuh anak. Namun, baik penyelenggara maupun peserta harus bersedia meluangkan waktu tambahan untuk mengimbangi waktu belajar yang mungkin diambil untuk mengasuh anak.

Apakah ada tanggung jawab yang diwajibkan ke peserta setelah pelatihan selesai?

Pelatihan ini dirancang untuk membekali lebih banyak pelatih keamanan digital yang memiliki keberpihakan pada HAM dan keadilan gender, sehingga kami mengharapkan peserta yang mengikuti pelatihan adalah mereka yang memiliki komitmen untuk mengimplementasikan keahlian yang didapatkan bagi komunitasnya maupun kelompok masyarakat sipil yang lebih luas lagi.

Apakah saya akan mendapat pendampingan lanjutan setelah pelatihan selesai?

Pelatihan selama 2 pekan ini merupakan rangkaian dari pelatihan-pelatihan lanjutan yang akan dilaksanakan sepanjang beberapa waktu ke depan, sehingga peserta terpilih dapat memperkuat keahlian yang dimiliki sehabis pelatihan. Namun, penyelenggara juga akan melakukan mentorship paska pelatihan intensif yang dilakukan secara asinkron. Penyelenggara juga akan menyusun dan membagikan materi-materi pembelajaran lebih lanjut ke dalam drive yang bisa diakses oleh para peserta.

Bagaimana jika saya telah terpilih namun ternyata tidak bisa mengikuti pelatihan?

Kami mengharapkan peserta untuk mengkonfirmasi ketika peserta terpilih yakin dapat mengikuti pelatihan selama 2 pekan, karena jika mengundurkan diri seharusnya bisa diisi oleh peserta lain yang tidak terpilih. Namun, kami memahami bahwa keadaan yang tidak terduga mungkin terjadi.


The Glitch Resistance: Pelatihan Intensif Keamanan Holistik diselenggarakan oleh:

PurpleCode Collective
Kolektif feminis yang berfokus pada interseksi feminisme, hak asasi manusia, dan teknologi yang berpusat pada manusia. PurpleCode mengedepankan kerangka teknologi feminis dalam kerja-kerjanya untuk menciptakan ruang yang aman, berani, dan akuntabel bagi perempuan dan kelompok tertindas untuk bersama berekspresi, mengorganisir, dan memobilisasi diri.

Codayati
Kolektif keamanan digital yang didirikan pada 2021 oleh para praktisi keamanan digital yang tersebar di beberapa kota Indonesia. Kolektif ini bertujuan untuk menyediakan bantuan untuk mengatasi insiden keamanan digital serta memperluas kesadaran terkait pentingnya keamanan digital sebagai strategi resiliensi gerakan masyarakat sipil di Indonesia.

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait pelatihan yang belum dimuat dalam halaman ini, silakan menghubungi techcamp@purplecodecollective.net.

Merawat adalah melawan. Daftar sekarang.

The Glitch Resistance