Setiap perempuan dan transpuan punya pengalamannya masing-masing. Tiap-tiap kita punya kerentanan berbeda, yang kerap disamaratakan. Satu-satunya persamaan yang membuat kita tercerai-berai, memperkuat individualisme, menyamaratakan pengalaman, dan mengedepankan logika adalah sistem yang membuat kita menjadi kelompok direntankan, yaitu patriarki dan kapitalisme.
Banyak orang sudah nyaman mereplikasi sistem tersebut, tetapi tidak dengan kita! Kita sama-sama punya resiliensi. Kita percaya bahwa setiap pengalaman, meskipun hanya dialami satu orang, merupakan kejadian yang nyata, tidak berkurang reliabilitasnya, dan tetap valid perasaannya. Pengalaman yang kita alami adalah benih pengetahuan. Kita perlu menyemai dan menyiramnya sehingga tumbuh subur menjadi bagian dalam hidup. Selain untuk diri sendiri, ia diam-diam menjalar secara kolektif.
Kumpulan tulisan tentang teknologi feminis ini membongkar sekat-sekat pengetahuan dominan. Kita mempertahankan gaya bahasa dan gaya bercerita kita sendiri.
Feminisme membebaskan orang untuk menceritakan kisahnya, menggunakan bahasanya, mengungkapkan perasaannya, dan menamakan persoalannya. Ini merupakan identitas diri yang kerap malah dilabeli oleh orang lain. Kita rebut dan kita namakan bersama-sama.
Sejak awal, kita menginginkan proses penulisan ini menjadi kerja kolaboratif, walaupun sadar kita samar-samar memaknai praktik kerja kolektif maupun perawatan kolektif. PurpleCode Collective bersama teman-teman penulis mengupayakannya secara natural. Dasarnya adalah kesalingan dan kepedulian.
Ada dua editor yang menemani teman-teman penulis, yaitu Amalia dan Fadia. Ada pula Alia yang menjadi teman diskusi penulis. PurpleCode Collective lain terus mendampingi, seraya editor menjadi teman diskusi yang lebih dekat dan intens. Rasanya, peran editor kali ini berbeda dari yang sudah-sudah. Editor tidak melulu menjadi orang yang “lebih tahu” cara penulisan, apalagi substansi. Tidak melulu membuat alur seperti kehendaknya. Kita lebih seperti kawan diskusi, bahkan menumbuhkan hubungan yang personal.
Bukan hanya saling berbagi pendapat, kita saling berbagi kerentanan dalam kehidupan sehari-hari. Kita saling menanyakan kabar, tak melulu bicara tentang tulisan. Ini menjadi salah satu praktik collective care yang nyata. Mengetahui keadaan personal masing-masing, kita bersepakat untuk membuat tenggat waktu yang fleksibel. Kita sama-sama paham bahwa ada kerja perawatan untuk diri sendiri dan orang lain, termasuk prioritas hidup berubah, apalagi di tengah situasi politik yang sering bikin geram. Penyesuaian tenggat waktu dan saling dukung merupakan bentuk kepedulian kita yang lebih mementingkan kesejahteraan (wellbeing) teman-teman penulis, para editor, penyelaras aksara, dan ilustator.
Kita menyediakan ruang untuk mengupayakan kerja kolektif, seperti beberapa pertemuan daring. Kerja kolaboratif terasa ketika setiap penulis mempresentasikan idenya. Teman-teman penulis lain menyambut dengan pujian dan masukan. Tetap saja, setiap penulis punya agensi untuk memutuskan masukan mana yang perlu atau sejalan dengan pemikiran dan perasaannya. Bukan hanya dari teman penulis, tetapi juga dari editor.
Hasil tulisan teman-teman merupakan hasil pengamatan sekaligus refleksi, termasuk memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, juga perasaan yang masih diproses. Sesama teman menulis membaca tulisan akhir teman-temannya. Formulir dibagikan dengan pertanyaan pemantik yang mengacu pada nilai feminis, yaitu memberikan apresiasi dan dukungan. Jawabannya menyentuh hati. Penulis saling memberi tahu hal baru dan kesan yang membekas dari tulisan temannya, ditutup dengan pesan-pesan yang saling membanggakan dan merayakan keberhasilan.
Ini bukan sekadar proses menulis. Ini merupakan proses memaknai ulang dan belajar tentang kerja kolektif dan perawatan kolektif. Kami memintal benang pertemanan dan saling merayakan pertumbuhan.
Tulisan ini merupakan bagian dari kata pengantar dari buku Meramu Awakutu: Montase Feminis Membongkar-pasang Teknologi (PurpleCode Collective, 2026). Ilustrasi dalam tulisan ini merupakan salah satu ilustrasi dalam buku yang dibuat oleh Aprilmup untuk bab Akses.

